selamat datang

Sabtu, 17 September 2016

buidaya dan wirausaha tanaman pangan

1.     Jenis Tanaman Pangan
           Tanaman pangan dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan. Tanaman semusim adalah tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan, seperti jagu g dan kedelai atau anatar 6-8 bulan, seperti singkong. Tanaman tahunan adalah tanaman yang terus tumbuh setelah bereprodukasi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun, misalnya sukun dan sagu.
           Tanaman pangan juga dibagi menjadi 3 kelompok yaitu serealia, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Kelompok serealia dan kaang-kacangan menghasilkan biji sebagai produk hasil budidaya, sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi akar sebagai produk hasil budidaya.
2.     Standar Budidaya untuk Hasil sesui Standar Mutu Produk
           Beberapa faktor yang menjadi perhatian dalam perdagangan komoditas pangan hasil pertanian adalah kemanan dan mutu produk pangan. Pemerintah telah menetapkan  pedoam budidaya yang baik untuk yanaman pangan, yaitu :
a.     Lahan
b.    Penggunaan benih dan varies tanaman
c.     Penanaman
d.    Pemupukan
e.     Perlindungan tanaman
f.      Pengairan
g.    Pengelolaan/pemeliharaan tanaman
h.    Penen
i.      Penanganan pascapanen
j.      Alat dan mesin pertanian
k.     Pelestarian lingkungan
l.      Tenaga kerja
m.   Fasilitas kebersihan
n.    Pengawasan, pencatatan, dan penelusuran balik.
Budidaya tanaman pangan membutuhkan lahan atau media tanam, bibit, nutrisi dan air serta pelindung tanaman untuk pengendalian hama dan organisme lain sebagai sarana budidaya.
Lahan
Benih
Pupuk
Pengairan
      Budidaya tanaman pangan dilakukan pada hamparan lahan. Teknik budidaya yang digunakan sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya. Di bawah adalah serangkaian proses dan teknik budidaya tanaman pangan :
1.     Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan sampai siap ditanam. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul lalu dihaluskan hingga gembur.
2.     Persiapan Benih dan Penanaman
Benih yang akan ditanam sudah disiapkan sebelumnya. Umunya, benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa didahului dengan penyemaian, kecuali untuk budidaya padi di lahan sawah.
3.     Pemupukan
Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
4.     Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiraman, dan pembubunan. Penyiraman dilakukan untuk menjaga agar tanah tetap lembab.
5.     Pengendalian OPT ( Organisme penganggu tanaman)
Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkay serangan. Pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun dengan pestisida.
6.     Panen dan Pascapanen
Panen adalah tahap terakhir dari budidaya tanaman pangan. Setelah panen hasil panen akan memasuki tahapan pascapanen.
1.     Memilih Jenis Tanaman Budidaya
Curah hujan menjadi pertimbanagn karena untuk beberapa jenis tanaman, hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontoknya bunga. Pertimbangan lain adalah lamanya masa tanam, dari tahap persiapan lahan hingga panen, pasar sasaran ke mana produk hasil panen tersebut akan dijual.
2.     Perencanaan Proses Budidaya
3.     Pelaksanaan dan Evaluasi Budidaya Tanaman Pangan
      Produk hasil budidaya tanaman pangan pada umumnya merupakan bahan baku produksi proses pengolahan produk pangan sehingga pengemasan yang dilakukan kepada produk hasil budidaya hanya berfungsi sebagai sarana distribusi dari tempat  budidaya ke tempat pengolahan. Pengolahan hasil budidaya tanaman pangan beragam bergantung pada jenis tanamannya. Pengolahan pascapanen untuk tanaman padi adalah pengeringan, perontokan, dan pelepasan kulit menjadi bulir beras. Beras yang sudah cukup kering dapat dikemas dan dijual kepada konsumen baik dalam jumlah besar maupun kecil.
1.     Dasar Kewirausahaan di Bidang Budidaya Tanaman Pangan
Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaik, memodifikasi, dan mengmbangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelimnya.
2.     Stimulus dan Motivasi Berwirausaha di Bidang Budidaya
Indonesia adalah Negara berpenduduk besar sehingga kebutuhan pangannya sangat besar. Hal ini telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu konsumen pangan terbesar produk pangan hasil pertanian.berikut adalah contoh wirausaha di bidang pertanian budidaya tanaman pangan :
Æ  Budidaya padi untuk menghasilkan beras
Æ  Budidaya kedelai untuk menghasilkan biji
Æ  Budidaya kedelai untuk dipanen muda
Æ  Budidaya kacang tanah untuk penen konsumsi
3.     Karakter dan Sikap Kewirausahaan
a.     Percaya diri
b.    Berorientasi tugas dan hasil
c.     Keberanian mengambil resiko
d.    Kepemimpinan
e.     Berorientasi ke masa depan
f.      keorisinalitas
4.     Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
Memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah. Oleh karena itu, seorang wirausahawan harus berani mencoba dan mengambil resiko. Gagal dalam melakukan suatu hal adalah bagian dari proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jika kamu mencoba wirausaha dalam suatu bidang, lalu gagal, kamu tidak perlu berkecil hati dan putus asa, cobalah kembali! Tentu sebelum memulai berwirausaha, buatlah perhitungan dan perencanaan yang matang.
Persiapan sarana produksi
Bahan untuk budidaya tanaman pangan :
1.     Benih
2.     Pupuk
3.     Pestisida
Alat-alat yang diperlukan dalam budidaya tanaman pangan :
1.     Cangkul
2.     Kored
3.     Tugal
4.     Gembor
Tahapan budidaya tanaman kedelai di lahan kering
Pengolahan lahan
      Tanah diolah dengan bajak dan cangkul sampai gembur.
Penanaman
      Dianjurkan menggunakan benih bersertifikat dengan kebutuhan benih sekitar 40 kg/ha.
Pemupukan
Pemupukan tanaman kedelai dianjurkan menggunakan pupuk Urea, SP-36 dan KCI dengan dosis masing-masing sebesar 50 kg/ha, 100 kg/ha dan KCI 50 kg/ha atau sesuai anjuran setempat.
Penyulaman
Penyiangan
Pengendalian hama dan penyakit
Panen
Pascapanen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

selamat datang

selamat datang