1. Jenis
Tanaman Pangan
Tanaman
pangan dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman
tahunan. Tanaman semusim adalah
tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan, seperti
jagu g dan kedelai atau anatar 6-8 bulan, seperti singkong. Tanaman tahunan adalah tanaman yang
terus tumbuh setelah bereprodukasi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam
jangka waktu lebih dari dua tahun, misalnya sukun dan sagu.
Tanaman
pangan juga dibagi menjadi 3 kelompok yaitu serealia, kacang-kacangan, dan
umbi-umbian. Kelompok serealia dan kaang-kacangan menghasilkan biji sebagai
produk hasil budidaya, sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi
akar sebagai produk hasil budidaya.
2. Standar
Budidaya untuk Hasil sesui Standar Mutu Produk
Beberapa
faktor yang menjadi perhatian dalam perdagangan komoditas pangan hasil
pertanian adalah kemanan dan mutu produk pangan. Pemerintah telah
menetapkan pedoam budidaya yang baik
untuk yanaman pangan, yaitu :
a.
Lahan
b.
Penggunaan benih dan varies tanaman
c.
Penanaman
d.
Pemupukan
e.
Perlindungan tanaman
f.
Pengairan
g.
Pengelolaan/pemeliharaan tanaman
h.
Penen
i.
Penanganan pascapanen
j.
Alat dan mesin pertanian
k.
Pelestarian lingkungan
l.
Tenaga kerja
m.
Fasilitas kebersihan
n.
Pengawasan, pencatatan, dan penelusuran
balik.
Budidaya
tanaman pangan membutuhkan lahan atau media tanam, bibit, nutrisi dan air serta
pelindung tanaman untuk pengendalian hama dan organisme lain sebagai sarana
budidaya.
Lahan
Benih
Pupuk
Pengairan
Budidaya tanaman pangan dilakukan pada
hamparan lahan. Teknik budidaya yang digunakan sangat menentukan keberhasilan
usaha budidaya. Di bawah adalah serangkaian proses dan teknik budidaya tanaman
pangan :
1. Pengolahan
Lahan
Pengolahan lahan dilakukan untuk
menyiapkan lahan sampai siap ditanam. Pengolahan dilakukan dengan cara dibajak
atau dicangkul lalu dihaluskan hingga gembur.
2. Persiapan
Benih dan Penanaman
Benih yang akan ditanam sudah disiapkan
sebelumnya. Umunya, benih tanaman pangan ditanam langsung tanpa didahului
dengan penyemaian, kecuali untuk budidaya padi di lahan sawah.
3. Pemupukan
Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi yang
cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
4. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi
penyulaman, penyiraman, dan pembubunan. Penyiraman dilakukan untuk menjaga agar
tanah tetap lembab.
5. Pengendalian
OPT ( Organisme penganggu tanaman)
Pengendalian OPT harus disesuaikan
dengan tingkay serangan. Pengendalian OPT dapat dilakukan secara manual maupun
dengan pestisida.
6. Panen
dan Pascapanen
Panen adalah tahap terakhir dari
budidaya tanaman pangan. Setelah panen hasil panen akan memasuki tahapan pascapanen.
1. Memilih
Jenis Tanaman Budidaya
Curah hujan menjadi pertimbanagn karena
untuk beberapa jenis tanaman, hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan
rontoknya bunga. Pertimbangan lain adalah lamanya masa tanam, dari tahap
persiapan lahan hingga panen, pasar sasaran ke mana produk hasil panen tersebut
akan dijual.
2. Perencanaan
Proses Budidaya
3. Pelaksanaan
dan Evaluasi Budidaya Tanaman Pangan
Produk hasil budidaya tanaman pangan pada
umumnya merupakan bahan baku produksi proses pengolahan produk pangan sehingga
pengemasan yang dilakukan kepada produk hasil budidaya hanya berfungsi sebagai
sarana distribusi dari tempat budidaya
ke tempat pengolahan. Pengolahan hasil budidaya tanaman pangan beragam
bergantung pada jenis tanamannya. Pengolahan pascapanen untuk tanaman padi
adalah pengeringan, perontokan, dan pelepasan kulit menjadi bulir beras. Beras
yang sudah cukup kering dapat dikemas dan dijual kepada konsumen baik dalam
jumlah besar maupun kecil.
1. Dasar
Kewirausahaan di Bidang Budidaya Tanaman Pangan
Kewirausahaan adalah kemampuan
menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan
nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum
pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaik, memodifikasi, dan
mengmbangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih
dari sebelimnya.
2. Stimulus
dan Motivasi Berwirausaha di Bidang Budidaya
Indonesia adalah Negara berpenduduk
besar sehingga kebutuhan pangannya sangat besar. Hal ini telah menjadikan
Indonesia sebagai salah satu konsumen pangan terbesar produk pangan hasil
pertanian.berikut adalah contoh wirausaha di bidang pertanian budidaya tanaman
pangan :
Æ Budidaya
padi untuk menghasilkan beras
Æ Budidaya
kedelai untuk menghasilkan biji
Æ Budidaya
kedelai untuk dipanen muda
Æ Budidaya
kacang tanah untuk penen konsumsi
3. Karakter
dan Sikap Kewirausahaan
a.
Percaya
diri
b.
Berorientasi
tugas dan hasil
c.
Keberanian
mengambil resiko
d.
Kepemimpinan
e.
Berorientasi
ke masa depan
f.
keorisinalitas
4. Faktor
Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
Memulai sesuatu yang baru pasti tidak
mudah. Oleh karena itu, seorang wirausahawan harus berani mencoba dan mengambil
resiko. Gagal dalam melakukan suatu hal adalah bagian dari proses untuk menuju
kesuksesan. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jika kamu mencoba
wirausaha dalam suatu bidang, lalu gagal, kamu tidak perlu berkecil hati dan
putus asa, cobalah kembali! Tentu sebelum memulai berwirausaha, buatlah
perhitungan dan perencanaan yang matang.
Persiapan
sarana produksi
Bahan
untuk budidaya tanaman pangan :
1. Benih
2. Pupuk
3. Pestisida
Alat-alat yang diperlukan dalam budidaya
tanaman pangan :
1. Cangkul
2. Kored
3. Tugal
4. Gembor
Tahapan
budidaya tanaman kedelai di lahan kering
Pengolahan
lahan
Tanah diolah dengan bajak
dan cangkul sampai gembur.
Penanaman
Dianjurkan
menggunakan benih bersertifikat dengan kebutuhan benih sekitar 40 kg/ha.
Pemupukan
Pemupukan tanaman kedelai dianjurkan
menggunakan pupuk Urea, SP-36 dan KCI dengan dosis masing-masing sebesar 50
kg/ha, 100 kg/ha dan KCI 50 kg/ha atau sesuai anjuran setempat.
Penyulaman
Penyiangan
Pengendalian
hama dan penyakit
Panen
Pascapanen